me, myself and I
photographer

Singgalang, Padang Restaurant

hari sabtu 17 maret,
setelah berputar2 dan mau makan di restoran jepang di daerah kunti, gua mutusin untuk makan di rumah makan padang, singgalang di bali galleria. setelah lama ga makan di rumah makan padang. soalnya untuk jalan ke kunti lagi gua males karena rencananya gua mau ke lotus di jimbaran untuk makan gellatonya yang wow banget.

letak restoran ini di dalam mall bali galeria yang terletak di simpang siur, masuk dari pintu utama, sejajar dengan breadtalk dan disc tarra, ke arah tempat atm2, atau berdekatan dengan roti boy.

seperti restoran padang lainnya mereka menempatkan makanan di depan dengan displaynya yang saya pikir terlalu tinggi. sehingga sulit terlihat. pelayannya yang ramah menawarkan makanan akan dihidangkan atau akan langsung memesan. gua pilih untuk memilih langsung. karena mejanya terlalu kecil untuk sistem hidang. kebetulan mereka menyediakan ayam pop, wow, pas dengan kesukaan. jadi gua pesen 2. buat nasinya, gua minta rendang dan kuah kari dicampur. sayurnya cukup daun singkong.

ketika ayam datang, gua agak sedikit takjub, karena ayam popnya seperti ayam goreng biasa, yang sedikit kecoklatan. biasanya di rumah makan padang lain, yang namanya ayam pop warnanya putih dengan efek minyak yang cukup banyak dan tidak kering. analisa gua cara goreng yang salah. mereka goreng menggunakan deep-fryer electric dengan power, full. mestinya menggunaka wok biasa dan minyak kelapa yang sudah di garami, setengah panas, dimasukkan sekitar 20 detik, lalu diangkat. tidak di goreng kering karena pada dasarnya ayam pop itu sudah matang.

kenapa ayamnya disebut pop, sama dengan pop-art, seni yang populer, yang kadang dianggap kacangan saking populernya, ayam ini juga sangat populer di kalangan penggemar masakan padang. padahal dari segi rasa, sangat berbeda dengan makanan padang lainnya yang sangat spicy, rasa ayam pop ini amatlah sederhana, yang terasa dominan hanya rasa asin.

berbeda dengan ayam popnya yang mengecewakan, rendangnya…… sangat wow banget, rasanya pas, pedes-asinnya. perfecto untuk sebuah rendang. serat dagingnya ngga hancur, tapi tetep empuk.

yang agak menakjubkan juga porsi nasinya yang lumayan besar untuk ukuran sebuah rumah makan padang.

satu yan lagi gua kangen dan tidak terwujud, makan krupuk kulitnya dan disiram kuah kari, sayang banget restoran satu ini tidak menyediakan krupuk kulitnya.

Saturday march, 17th

I have a plan to have dinner in japanese restaurant near Kunti, Erik, my cousin, tell me that place. He says that this place price is nice to wallet but they have a good japanese food quality. But after several thoughts, I decide to dine in singgalang, a padang restaurant, which located in mall Bali galleria. Because I’ve had a plan to eat gellato at lotus in jimbaran area and I don’t want to drive in circles (There’s another story for this very drooling gellato)

The restaurant located on the 1st floor near rotiboy and disctarra of mall Bali galleria. Mall Bali galeria itself located in simpang siur. A crossroad between kuta, sanur and nusa dua or jimbaran

Like every Padang restaurant they put their food-display in front of their restaurant, but a display is too high, thus it’s hard to see. Waiters are friendly, they ask me if they should to put all meals on the table, or we choose it from display. I prefer the last choice because table is too small to display all of the food.

Surprisingly they have ‘ayam pop’ or popular chicken in English, on their menu. I order couple of it and “rendang” and curry broth on top of rice. ‘Ayam pop and rendang, they both are ordinary meals in padang restaurant. Ayam pop is made from chicken, both legs or breast, firstly chicken boiled in several seasoning with young coconut water. After cooked, chicken fried on mild fresh coconut oil, salt added, for 20 second.

But I displease with ‘ayam pop’, because it’s too much similar to fried chicken. my analyze, it’s the way of frying, they fry with electric deep-frying with a power set to full, which result a brownie fried chicken, not a whitee ‘ayam pop’.

Why “ayam pop or chicken popular” has similar philosophy to pop-art, this food is popular among padang addict. Just like pop-art is popular in mass-market. This food is very different taste from other padang food. It taste light and salty, no other taste, very different than heavy taste and spicy rendang, same like pop art which sometime very subtle and easy to feel.

different than ayam pop which dissatisfied me, the rendang is very wow……..taste very heavy, perfect balance between salty and spicy, meat structure are not shattered but stays tender.

I am surprised with rice too, it has bigger portion than any padang restaurant. only one that I miss, a fried cow skin, poured with curry broth. too bad they don’t serve cowskin.

2 Responses to “Singgalang, Padang Restaurant”

  1. sed dah..kliling restoran mulu om satu ini hehe
    akhirnya yg pas di ati n kantong yg mana neh om hihi

  2. nanti meck ada satu bahan lagi nih…….keep in touch


Leave a Reply