me, myself and I
photographer

- warung made -

namanya yang terkenal ternyata tidak membuat warung satu ini menghargai calon pelanggannya.

pagi-pagi gua di anter Leo, ke warung made, karena deket, gua lebih baik pake motor aja. dalam rangka janjian ama peter karena anaknya suka banget pancake di warung made. gua sendiri sebelumnya belum pernah mendatangi warung yang sangat terkenal ini.

sampe di warung made seminyak, bangunannya berbeda dengan yang biasa dilihat di warung made kuta. Di kuta arsitekturnya terbuka, di seminyak agak tertutup. jadi agak sulit membedakan dengan bangunan lain yang ada disitu.

sampe di sana pas jam 10. karena agak berbeda dengan yang di kuta, gua tanyain satpamnya, yang mana yang warung made. eh dengan roman muka yang agak ga enak, dia bilang mo apa kesini……………yah…………masa ke warung mau mandi……….goblok bener sih. gua jawab ada janji sama orang, eh dia nanya lagi, orang mana, hmmmmmmmm satpamnya ingin keliatan galak kali, dengan baju daleman loreng. gua jawab aja orang luar…….dalam hati gua, kalo bego ni orang pasti nyangkanya luar negri, eh………bener langsung berubah ramah………..hahahahaha turis bule aja lu ramah2in. padahal jarang yang mo dateng lagi. banyakan yang dateng sekarang mah domestik mas….

walopun katanya pelit, katanya duitnya cekak, turis lokal sekarang udah dihormati di bali. padahal sebelumnya turis lokal dianggap kelas 2.

arsitektur warung made seminyak amat menyenangkan dan jauh dari kesan minimalis yang sekarang jadi trend. dikelilingi 6 buah toko diantaranya, periplus, bin house, milo, janatra dan lain-lain. sedangkan beberapa pohon peneduh menjadi penyejuk udara bali yang sekarang sedang panas2nya.

menu makanannya cukup banyak dan bervariasi, sayang harganya ga warung banget. untuk sepiring pancake ukuran diameter 25cm plain berharga 12000, sedangkan segelas juice honey banana 14000, hmmmmm jadi inget kalo nongkrong di jakarta. untuk sebagian besar pengunjung yang bukan orang lokal bali ato bisa disebut orang jakarta, surabaya maupun turis bule, harga mungkin ga masalah karena memang sebesar itu yang harus mereka keluarkan untuk makan di tempat asalnya, sedangkan untuk pengunjung lokal bali lebih baik mencari tempat lain yang harganya bisa lebih reasonable.

pelayannya sepertinya tidak seramah kesan tempatnya, mereka sangat kaku dan senyum pun sepertinya hanya seperlunya. jauh sekali dari kesan orang indonesia khususnya bali sangat ramah, kayaknya perlu agak2 ditatar keramahan nih.

untuk menyimpan kendaraan terdapat tempat parkir yang luas di belakang bangunan warung ini yang siap menampung bis sekalipun.

kebetulan waktu disana terlihat ada beberapa dj nasional seperti ai dari moonchild, naro original naro, dan beberapa crew spinach.

yang pasti tempat ini sangat hip buat orang yang ssenang “seen and to be seen’

4 Responses to “- warung made -”

  1. Yup, setuju ttg Warung Made yang terkenal tapi sangat tidak ramah sama orang lokal…

  2. mending di warung bu tinuk…..ckckckck

  3. ke warung made mengwi ajah…
    Local product oi…

  4. pengen nyoba yang di kuta, mudah2 an ramah semua terus harganya juga ramah .. :)


Leave a Reply